Laporan Dari Memutar Video Prof. Marsigit Terkait Filsafat Bagian 1, 17 Oktober 2019

 

Laporan Dari Memutar Video Prof. Marsigit Terkait  Filsafat

Bagian 1, 17 Oktober 2019

Hidup manusia itu metafisik, setelah yang ada masih ada dan tidak akan selesai. Sebelum ada pasti sudah ada sebelumnya. Maju tidak selesai mundur juga  tidak selesai. Kenapa ? karena manusia tidak sempurna sehingga bisa hidup, kesempurnaan manusia sebenarnya tidak sempurna atau dengan kata lain manusia tidak sempurna dalam kesmpurnaan.

Awal dari segala macam kegiatan manusia ada dua yakni fatal dan vital :

1.      Fatal :

Terpilih, takdir. Contoh memilih barang berwarna dalam suatu toko. Hal tersebut merupakan takdir tuhan dan tidak ada yang bisa merubahnya.

2.      Vital :

Memilih, ikhtiar

Dari keduanya muncul metafisiknya yaitu sifat mendahului sifat, sifat mengikuti sifat, sifat mempunyai sifat. Sehingga sebenar-benarnya manusia adalah sifat mengikuti sifat.

Fatal bersifat tetap karena merupakan takdir, idealism, absolute, spiritualisme, kuasa tuhan. Sehingga terdapat definisi atau asumsi dan aksioma,  menggunakan logika berpikir, coherentism, analitik, selalu bersifat konsisten atau tidak pernah berubah. Fatal juga bersifat normatif, apriori(tahu sebelum melihat dengan beberapa kriteria) dan rasional.

Dalam fatal terdapat,

Sehingga berlaku hukum identitas dan juga tautologi

 

Vital bersifat  berubah, realism, materialism, bendaism. Sehingga penggambarannya berupa ontoh, dipengaruhi hukum alam, correspondensialim(adanya hubungan antara realita dan fakta), sintetik. Vital bersifat aposteriori (mengetahui setelah melihat), contohnya semua binatang termasuk aposteriori. Pengetahuan didapat berdasarkan pengalaman, dari fenomena satu ke yang lain sehingga termasuk empirism

Dalam vital berlaku,

Sehingga berlaku hukum Kontadiksi. Sebab itu sebenarnya tidak ada, benar hanya dalam pikiran. Contoh karena pengaruh massa, tekanan, kelembapan maka suatu benda A tidak mungkin sama dengan A lainnya.

Akan tetapi terdapat kompromi diantara keduanya yakni . Di dalam vital tidak benar tetapi di fatal juga kurang tepat.

Menurut pandangan filsafat Pancasila itu monodualisme sebab menerangkan Tuhan Yang Maha Esa tetapi juga mengatur mengenai hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan sesama manusia. Habluminallah dan Habluminnas.

Teknologi itu membawa kesejahteraan dan juga memunafikan, maksudnya teknologi juga dapat membantu pekerjaan manusia, contoh Handphone bisa digunakan untuk sarana komunikasi. Akan tetapi handphone juga bisa membuat kita menjadi munafik maksudnya, manusia bisa lupa atau menunda akan kewajibannya akibat dari handphone.

Comments

Popular posts from this blog

PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN BEHAVIORISME

Pengetahuan Dalam Pandangan Filsafat