PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN BEHAVIORISME
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN BEHAVIORISME
Inu Subekti
Universitas Negeri Yogyakarta
Pendidikan karakter diabad 21 ini menjadi suatu program dari pemerintah melalui sektor pendidikan lewat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Banyak penelitian atau riset di dunia pendidikan terkait peningkatan karakter siswa melalui berbagai metode. Walaupun pada dasarnya karakter siswa/anak sudah terbentuk sejak kecil di lingkungan pertamanya yakni keluarga. Peran orang tua dalam pembentukan karakter memang sangatlah kuat, sebab pola asuh orang tua dan tentunya tingkah laku orang tua dan keluarga didekatnya menjadi contoh pertama untuk anak dalam menentukan sikapnya. Disamping itu, lingkungan masyarakat juga sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter sebab disana merupakan tempat anak menerapkan secara nyata terkait pendidikan karakter yang ia dapat di keluarga dan lingkungan sekolah.
Pembelajaran di sekolah tidak terlepas dari bagaimana proses belajar yang hakikatnya merupakan kegiatan mental yang tidak tampak. Berikut ada delapan belas nilai karakter dalam semua materi pembelajaran berdasarkan kurikulum pendidikan, yaitu nilai-nilai: religius, jujur, toleransi, disiplin, nilai kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.
Teori belajar yang menekankan terhadap perubahan perilaku siswa adalah teori belajar behavioristik. Teori belajar behavioristik menekankan kajiannya pada pembentukan tingkah laku yang berdasarkan hubungan antara stimulus dengan respon, sehingga peran guru dalam pembelajaran sangatlah penting. Tujuan pembelajaran matematika dari kacamata behaviorisme adalah membentuk tingkah laku yang diinginkan di mana seseorang dianggap telah belajar apabila mampu menunjukkan perubahan tingkah laku.
Khusus dalam pembelajaran matematika Kemendikbud mencontohkan ada beberapa karater utama yang dapat dinitegrasikan dalam pembelajaran matematika yaitu berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, kerja keras, keingintahuan, kemandirian, percaya diri.
Contoh penerapan pembelajaran behaviorisme untuk membentuk sikap berpikir kritis adalah siswa diminta untuk memahami materi matematika yang diajarkan guru kemudia diminta untuk menghubungkan materi yang ada dan juga menanggapi pendapat teman lain. Sikap kreatif dan inovatif dibentuk melalui guru memberikan arahan dengan memancing siswa untuk mengeluarkan ide kreatifnya dan bagaimana seharusnya memberikan stimulasi sehingga siswa mempunyai ide kreatif dalam menjawab danmelalui kolaborasi siswa berdiskusi dan mengomunikasikan jawaban belajar. Kolaborasi dan komunikasi juga dapat dibangun dengan pembentukan kelompok dan diminta untuk saling meyampaikan gagasan/ide masing-masing.
Penerapan pembelajaran matematika berbasis kecakapan abad 21 yang membangun karakter siswa dapat dilakukan guru matematika dengan memperhatikan dan disesuaikan dengan teori belajar behavioristik. Dalam penerapannya harus dilakukan secara bertahap dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. Guru dituntut kreativitasnya, bersikap terbuka, kerja keras, tekun, kooperatif dan komunikatif untuk memberi manfaat sebesar-besarnya kepada siswa.
Sumber :
Ismail, Nasuha dkk. 2019. Membangun Karakter Melalui Implementasi Teori Belajar Behavioristik Pembelajaran Matematikaberbasis Kecakapan Abad 21. Vol. XIII No.11 Oktober 2019
Comments
Post a Comment