Pendidikan Matematika
Pendidikan Matematika
1. Ideologi pendidikan
a. Ideologi Konservatif
Ideologi pendidikan yang mengedepankan pentingnya harmoni, dalam masyarakat dan menghindari konflik dan kontradiksi. Ideologi konservatif dibangun berdasarkan keyakinan bahwa masyarakat tidak bisa merencanakan perubahan, hanya Tuhan yang merencaanakan keadaan masyarakat. Konservatisme dalam dunia pendidikan beranggapan bahwa tujuan utama sekolah adalah pelestarian dan penerusan pola sosial yang telah ada serta tradisi yang sudah mapan.
b. Ideologi Liberal
Ideologi liberal berpegang teguh pada pelestarian dan perbaikan tatanan sosial yang ada dengan cara mengajar setiap siswa sebagaimana caranya menghadapi persoalan-persoalan dalam kehidupannya sendiri secara efektif. Perombakan harus dilakukan dalam lingkup yang besar terhadap tatanan politik yang ada sebagai cara untuk memajukan kebebasan individu dan mempromosikan perwujudan potensi diri semaksimal mungkin.
2. Hakikat pendidikan
a. Kewajiban
b. Mengeksploitasi
c. Mengubah
d. Membebaskan
e. Kebutuhan
f. Demokratis
3. Hakikat matematika
a. Tubuh pengetahuan
Merupakan sumber dari ilmu yag lain dengan kata lain, matematika tumbuh dan berkembang tak bergantung pada ilmu-ilmu lain. Akan tetapi ilmu lain dalam perkembangannya bergantung pada matematika. Contoh banyak konsep teori-teori dan cabang-cabang dari Fisika dan Kimia yang dikembangkan dari konsep kalkulus, khususnya Persamaan Diferensial.
b. Proses berpikir
Matematika melatih berpikir atau bernalar seseorang, bukan sekedar berhitung. Tetapi berpikir logis dan sistematis
c. Aktivitas sosial
4. Hakikat matematika sekolah
a. Mencari pola dan hubungan
Matematika sering mencari keseragaman seperti, keterurutan, keterkaitan pola dari sekumpulan konsep tertentu atau model yang merupakan representasinyaa untuk membuat generalisasi.
b. Pemecahan masalah
Belajar memecahkan suatu masalah sehari-hari dengan konsep matematika
c. Penelitian
Merupakan penelitian pola, struktur, perubahan dan ruang
d. Komunikasi
Komunikasi dalam artian matematika dapat dibahasakan dalam bentuk bahasa matematis ataupun simbol.
5. Moral matematika sekolah
a. Baik atau buruk
b. Pragmatis
c. Hirarki paternalistik
d. Kemanusiaan
e. Kebebasan, keadilan
6. Nilai matematika
a. Intrinsik
Memahami matematika hanya untuk diri sendiri
b. Ekstrinsik
Bis menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari
c. Sistemik
Menerapkan matematika dalam kancah pergaulan masyarakat matematika
7. Hakikat siswa
Siswa merupakan objek pendidikan yang mana butuh pembanguan karakter yang baik, kreatifitas selain dari pengetahuan yang mumpuni.
8. Hakikat kemampuan siswa
a. Bakat yang diberikan
b. Upaya
c. Kompetensi
d. Budaya
e. Kontekstual
9. Tujuan pendidikan matematika
Pembelajaran matematika memiliki tujuan berupa Kembali ke dasar, Transfer pengetahuan, Kreativitas, Pengembangan secara komprehensif.
10. Hakikat pembelajaran
Dalam pembelajaran siswa dilatih bagaimana bekerja keras yakni bisa dengan tugas, soal latihan. Berpikir dan praktik pasti ada dalam pembelajran, disamping itu juga memahami materi sekaligus mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Serta mampu mengeksplorasi dan berdiskusi antar siswa sebab matematika merupakan aktivitas sosial.
11. Hakikat mengajar
Peran seorang guru dalam mengajar bukan hanya sebatas dalam pelajaran terkait atau transfer pengetahuan. Melainkan guru mempunyai peran sebagai motor penggerak terjadinya aktivitas belajar dengan cara memotivasi(motivator), fasilitator, mengorganisasi kelas, mengembangkan bahan ajar, evaluasi pembelajaran, dan monitoring
12. Teori mengajar matematika
a. Ekspositori
b. Pemecahan masalah
c. Menghafal
d. Mendalami
e. Diskusi
f. Pengembangan
g. Memfasilitasi
13. Hakikat sumber belajar mengajar
Sumber belajar matematika diperoleh dari berbagai macam sumber, bisa dari lingkungan sosial, bisa berupa motivasi dengan suatu alat visual, dan juga perlunya alat bantu mengajar bisa berupa papan tulis, kapur dsb.
14. Hakikat penilaian
Penilaian dalam suatu pembelajaran digunakan untuk mengukur kemampuan siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Penilaian bisa berupa tes, portofolio/tugas dan juga sikap sosial.
15. Hakikat masyarakat
Masyarakat pada umumnya memiliki ciri yakni monokultural, kompetensi yang sama dilihat dari pekerjaan masyarakat sesuai dengan geografisnya, biasanya heterogen apabila di lingkungan perkotaan akibat dari urbansasi atau para pendatang dari luar kota. Budayanya biasanya sama atau dengan kata lain sudah turun temurun dari para leluhur mereka.
16. Hakikat kurikulum
a. Instrumen kurikulum
b. Subjek kurikulum
c. Kurikulum terintegrasi
d. Pengetahuan berbasis kurikulum
e. Kurikulum individual
f. Kurikulum interaktif
g. Kurikulum berbasis ICT
17. Hakikat siswa belajar matematika
Siswa belajar matematika harus mempunyai kesiapan, mampu berkompetisi, berkolaborasi, mengkonstruksikan dan menyelesaikan masalah kontekstual.
18. Hakikat berpikir matematis
a. Objektif
b. Merefleksikan
c. Mengkonstruksikan
d. Aktivitas sosial
e. Attitude
Comments
Post a Comment