PENERAPAN DAN REFLEKSI FILSAFAT PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA

 

PENERAPAN DAN REFLEKSI FILSAFAT PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA

 

Oleh Inu Subekti

inusubekti.2017@student.uny.ac.id

Pendidikan Matematika FMIPA UNY 2017

 

Filsafat merupakan ilmu yang mempelajari semua yang ada di dunia ini. Filsafat mempunyai cakupan yang sangat luas, sehingga banyak sekali yang dapat kita pelajari di dalam filsafat. Sehingga banyak yang mengatakan kalau filsafat itu induk dari semua ilmu.  Ketika kita melakukan aktifitas sehari-hari, kita tak luput dari belajar tentang filsafat. Mempelajari filsafat adalah belajar tentang hidup, bagaimana hidup kita bisa berguna untuk diri sendiri dan juga orang lain. Filsafat melatih seseorang untuk berpikir kritis dan kreatif. Didalam filsafat tidak ada salah dan benar. Akan tetapi pendapat seseorang terhadap sesuatu tentunya berbeda dengan orang lain, sebab olah pikir orang satu dengan orang lain berbeda. Sehingga tidak ada salah dan benar. Seseorang menyebutkan sesuatu tentu dengan alasan dan pertimbangannya.

Belajar filsafat adalah belajar mengenai yang ada dan yang mungkin ada, yang artinya dalam hal ini belajar matematika dengan menggunakan filsafat adalah belajar yang bermain dengan logika.  Filsafat adalah kegiatan berpikir, sehingga dalam setiap pembelajaran siswa melakukan kegiatan filsafat. Belajar filsafat adalah berpikir, sehingga guru dapat mengetahui sejauh mana pola pikir siswa-siswanya dalam memahami matematika. Dengan belajar filsafat, siswa menjadi pribadi yang mandiri. Siswa belajar untuk mengkonstruksikan matematikanya sendiri dengan bantuan guru. Dengan demikian pemahaman siswa yang satu dengan siswa yang lain tidak sama, tergantung dari kemampuan mereka masing-masing

Peran  filsafat dalam pembelajaran matematika adalah untuk mengajak anak terlibat langsung di dalam proses dialog untuk menjawab berbagai pertanyaan yang ada secara kreatif, rasional, kritis dan reflektif. Hal penting disini adalah kemampuan dari proses dialog tersebut untuk merangsang siswa untuk  berpikir lebih jauh dan lebih dalam tentang segala pertanyaan-pertanyaan yang ia punya. Oleh karena itu, isi dari proses dialog haruslah sesuatu yang dekat dengan kehidupan siswa. Setiap dialog dimulai dari pertanyaan, dan pertanyaan-pertanyaan adalah pintu masuk ke dalam dunia filsafat dan ilmu pengetahuan. Kecenderungan seorang guru di dalam pendidikan adalah memaksa siswa untuk melakukan hal-hal yang tidak ada kaitan langsung dengan hidup mereka. Pembelajaran dengan filsafat harus dimulai dari pertanyaan siswa yang langsung terkait dengan dunia mereka. Ini adalah poin yang amat penting. Proses terlibat di dalam dialog filosofis tentang suatu pertanyaan akan membawa siswa pada praksis hidup filosofis. Dalam arti ini, filsafat tidak hanya sekedar menjadi teori untuk menjelaskan dunia, tetapi juga menjadi sebentuk jalan hidup.

Matematika sangat berguna sekali bagi siswa untuk mengembangkan proses berfikir mereka mulai dari hal-hal yang sederhana sampai kepada hal-hal yang rumit. Tahapan dimana siswa sudah bisa mempraktekkan matematika dalam kehidupan sehari-hari yang tentunya juga ditunjang oleh berbagai cara serta metode pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Hal ini sesuai dengan tingkat perkembangan anak kelas yang cenderung bermain dan belajar

Dengan proses pembelajran berasis filsafat, siswa yang terlibat di dalam dialog akan terbiasa untuk memahami dan menanggapi konsep-konsep yang ada secara rasional dan analitis. Mereka  juga akan terlatih berpikir dengan berpijak pada rasa hormat dan kemampuan untuk mendengarkan satu sama lain. Dengan kata lain, dua dimensi langsung disentuh di dalam dialog semacam ini, yakni kemampuan intelektual dan kepekaan moral. Dengan dua hal ini, anak lalu terlatih untuk membuat keputusan-keputusan dalam hidupnya dengan berpijak pada akal budi dan moralitas. Secara alamiah, anak memang memiliki rasa ingin tahu yang  besar. Ini adalah modal yang besar untuk berfilsafat. Namun, mereka juga terlebih dahulu belajar untuk secara sistematis, kritis dan reflektif mengembangkan serta mengolah rasa ingin tahu mereka

Pertanyaan filosofis selalu mengundang rasa ingin tahu siswa.  Pertanyaan filosofis membutuhkan informasi sebagai dasar, tetapi kemudian bergerak di ranah pendapat. Di ranah pendapat, orang mengalami perbedaan sudut pandang. Namun, setiap sudut pandang harus memiliki pendasaran yang masuk akal, yang bisa dimengerti oleh orang dari sudut pandang yang berbeda, walaupun mereka tidak selalu harus setuju. Prinsip terpenting disini adalah, bahwa setiap pertanyaan harus dihargai dan dianggap sebagai sesuatu yang serius. Ini adalah langkah pertama yang amat  penting di dalam dialog filosofis, terutama dengan anak-anak. Dari langkah ini, proses berfilsafat lalu akan mengalir ke tempat-tempat yang tak terduga sebelumnya. Ia akan membuka kemungkinan-kemungkinan sudut pandang yang mungkin tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Filsafat  adalah bagian penting dari pendidikan hidup  setiap orang. Dengan kemampuan bernalar kritis serta reflektif, filsafat membentuk cara berpikir, dan mengajarkan orang untuk membuat keputusan dengan  berpijak pada pertimbangan-pertimbangan yang tepat. Hal ini tentu amat dibutuhkan oleh setiap orang. Namun, kemampuan ini tidak datang begitu saja, melainkan harus dilatih secara berulang-ulang di dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, idealnya, kemampuan ini harus dilatih secara usia dini

Dalam pembelajaran matematika yang dianggap kurang asik dan membosankan karena banyak rumus dan banyak hitungan. Dengan filsafat diharapkan mampu melatih siswa berpikir kreatif dan kritis. Sehingga peran guru dalam pembelajaran matematika dengan penerapan filsafat, guru dituntut untuk membuat ruang dialog matematika yang baik. Berawal dari lingkungan sekitar siswa dalam berdialog, sehingga siswa lebih tertarik dan mudah menggambarkan atau mengkonstruksikan pikirannya terkait masalah/pertanyaan yang diajukan guru. Dengan penerapan filsafat didalam pembelajaran matematika diharapkan siswa terlatih untuk berani mengungkapkan pendapatnya di depan umum, tentunya dengan alasan dari pikiran siswa yang masuk akal dalam menjelaskan pendapatnya tersebut.

Dari pembelajaran filsafat pada mata pelajaran matematika diharapkan mampu mencetak generasi muda yang kritis, kreatif dan mampu mengungkapkan pendapatnya dengan tepat sekaligus berani berpendapat sesuai dengan pola pikirnya. Sehingga sangat berperan penting bagi kemajuan bangsa, dalam hal ini lewat dunia pendidikan.

 

 

Sumber :

Peran Filsafat Dalam Pembelajaran Matematika. (2012, Januari). Diambil dari http://mediaharja.blogspot.com/2012/01/peran-filsafat-dalam-pembelajaran.html 

Ridwan. PERAN FILSAFAT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA. diambil dari Academia: https://www.academia.edu/37534158/PERAN_FILSAFAT_DALAM_PEMBELAJARAN_MATEMATIKA_docx

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Laporan Dari Memutar Video Prof. Marsigit Terkait Filsafat Bagian 1, 17 Oktober 2019

PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN BEHAVIORISME

Pengetahuan Dalam Pandangan Filsafat